Kamis, 12 April 2012

Sajak Tak Bertuan-Bukan Hanya Semu Belaka

Karya : DMK

Baiknya kau pergi ambil seplastik kacang dan menyaksikan guratan-guratan wajah makhluk bermuatan, ketimbang dengarkan bualan-bualan tak berguna dari si merah tipis berbahayaku ini.

Bahkan kau pun tak tau bualan apalagi yang kan terekspresikan sepersekian lamanya waktu berjalan.
Wahai kau bangunlah dari peraduan dalam khayalmu yang seakan tak ingin lepas bercumbu denganmu.



Hentikan si corong-corong bergendang tuk menggetarkan gendangnya yang lagi-lagi hanya sekedar untuk memenuhi keinginan sesuatu hal yang kita punya namun sulit tuk menjangkaunya.

Sesungguhnya, sajak-sajak tak bertuan dan tak berarah ini hanya sekedar jeritan adik-adikku yang terdalam, yang terdalam hingga tak berdasar.

Lagi-lagi ku katakan, berhentilah membuntuti sesuatu yang seharusnya tak dibuntuti.

Koordinirlah seperangkat saraf-saraf yang memang merupakan sebuah perangkat yang berfungsi membangunkan mereka yang tidur keroncongan dari kesepian dalam keramaian yang merajalela.

Apakah si putih isi batok-mu itu mengira bahwa kau di tempat dusta itu hanya untuk berleha yang hanya sekedar untuk melenggangkan pinggul-pinggul nestapamu itu hah?

Sekali lagi, bukalah kamera-kamera pengintaimu yang tak hanya di luar, namun di dalam sedalam-dalamnya untuk sekedar mengintip saja, jeritan-jeritan nyata dari si bisu.

Wahai, bukalah kerangkeng nuranimu yang selama ini membelenggu, secarik darimu, bahkan hanya setetes darimu pun, sesungguhnya merupakan keberkahan yang tak ternilai atas jeritan mereka.

Bergegaslah! Sebelum jeritan para bisu menjadi nestapa tiada berakhir bagi adik-adikmu yang terdalam sedalam-dalamnya hingga tak berdasar yang ingin segera mencicipi kesegaran yang tak semu belaka.!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar